Sereh Wangi menjadi primadona baru pertanian di Desa Payakabung. Warga yang tergabung dalam Kelompok Tani Sereh Wangi berhasil mengembangkan komoditas ini di lahan seluas 8 hektar. Sereh wangi tumbuh subur dan perawatannya sangat mudah.

Desa Payakabung terletak Kecamatan Indralaya Utara, Kabupaten Ogan Ilir, Sumatera Selatan. Produktivitas perkebunan sereh wangi sangat bagus, termasuk kandungan minyak citronella-nya.

Selain kelompok tani, pengembangan sereh wangi melibatkan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) setempat. Melalui BUMDes, pemerintah Desa Payakabung menyalurkan dana untuk perluasan lahan tanaman sereh wangi. Kini, total penyertaan modal BUMDes di usaha ini sebesar Rp 75 juta.

Dana di atas dialokasikan untuk kegiatan pengadaan bibit sebanyak 40.000 batang dan satu unit mesin penyulingan minyak sereh (citronella oil). Keterlibatan BUMDes dalam budidaya sereh wangi mampu mendongkrak komoditi ini sebagai produk unggulan desa.

Penyulingan minyak sereh wangi di Desa Payakabung menghasilkan dua jenis minyak, yakni minyak sereh wangi kualitas ekspor dan sereh wangi lokal. Harga minyak sereh kualitas ekspor mencapai Rp 250.000,- sementara minyak sereh kualitas lokal mencapai Rp 190.000,-.

Ke depan, peran BUMDes Payakabung pada sektor pertanian sereh wangi akan bertambah. BUMDes tak sekadar terlibat dalam urusan pengadaan bibit, produksi, dan pengadaan permesinan, tapi juga mengurusi pengemasan dan pemasaran produk sereh wangi.

Budidaya sereh wangi merupakan inovasi pertanian yang berdampak ekonomi tinggi. Kehadiran produk sereh wangi menjadi solusi wilayah Sumatera Selatan yang sering dilanda kebakaran hutan dan lahan. Sereh Manis menjadi magnet ekonomi baru dan mampu membawa kesejahteraan bagi masyarakat desa.

Gerbang Tani mendukung dan mengapresiasi berbagai inovasi dan kreativitas di dunia pertanian di Indonesia. Inovasi dan kreativitas adalah modal dasar untuk mewujudkan Indonesia sebagai Lumbung Pangan Dunia.

Yossy Suparyo
%d bloggers like this: