DPN Gerbang Tani menilai Program Reforma Agraria yang dicanangkan Presiden Joko Widodo belum berjalan maksimal. Sepanjang 2020, ada 241 kasus konflik agraria. Hal itu menunjukkan adanya peningkatan jumlah konflik agraria di Indonesia.

Demikian pendapat Ketua Umum Dewan Pengurus Nasional Gerakan Kebangkitan Petani dan Nelayan Indonesia (DPN Gerbang Tani), Idham Arsyad, Kamis (7/1). Menurutnya, salah satu tujuan Program Reforma Agraria adalah untuk menyelesaikan konflik agraria. Bila angka konflik terus meningkat artinya program tidak berjalan dengan baik.

Selain konflik, belum suksesnya reforma agraria ditandai dengan lebih banyaknya peruntukan lahan kepada investor ketimbang didistribusikan untuk petani.

Solusi untuk persoalan ini, kata Idham Arsyad, pemerintah harus menjalankan reforma agraria dan membentuk kelembagaan khusus yang bertugas untuk menangani penyelesaian konflik agraria. Peningkatan jumlah konflik memperparah kondisi sosial-ekonomi masyarakat yang tengah terpuruk saat pandemi Covid-19.

Presiden Jokowi pernah bertemu para pegiat agraria untuk mengetahui persoalan di lapangan sekaligus mencari solusinya. Pemerintah dan para pegiat reforma agraria berupaya mencapai titik temu dan mencari solusi bagi persoalan atau kendala yang dihadapi di lapangan.

%d bloggers like this: