Sudah saatnya pemerintah fokus pada kebijakan yang kondusif bagi petani tembakau dan industri hasil tembakau (IHT).

Demikian pendapat Sekjen DPN Gerbang Tani, Billy Aries, berkenaan dengan rencana pemerintah untuk menaikkan cukai rokok. Menurutnya, saat ini petani tembakau tengah menghadapi tiga tantangan, yaitu menurunnya pendapatan, risiko iklim yang tidak bisa dihindari, dan kurangnya teknologi yang dapat meningkatkan produktivitas.

Sebagian besar petani tembakau memiliki lahan kurang dari 2 hektar sehingga tingkat produktivitasnya sangat rendah. Kenaikan cukai akan berdampak langsung kepada petani tembakau.

“Kenaikan cukai secara serampangan hanya akan merugikan petani tembakau,” ungkapnya.

Pada 2017, Indonesia baru mampu memproduksi 152.319 ton daun tembakau sehingga hanya menempati peringkat ke 6 dunia, setelah China, Brasil, India, Amerika Serikat (AS), dan Zimbabwe.

Untuk meningkatkan produktivitas tembakau, adopsi teknologi sangat penting. Selain itu, kebijakan yang terintegrasi antardepartemen diperlukan untuk pemberdayaan petani tembakau.

%d bloggers like this: