Desa Lembor terletak di Kecamatan Brondong, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur. Desa ini berada di lereng gunung dengan kemiringan 45 derajat. Struktur tanah berwarna hitam (tanah sawah) sehingga Desa Lembor merupakan areal pertanian subur.

Ada sejumlah komoditas pertanian pernah ditanam oleh masyarakat Desa Lembor, mulai dari padi, jagung, singkong, cabai, sayur-sayuran, hingga buah-buahan.

Pada 2002, Sundari, seorang petani Desa Lembor, mencoba menyilangkan empat jenis cabai lokal, yaitu cabai dari Desa Lembor, Wide, Benges, dan Brengkok. Dia menggunakan pola acak tanam dalam satu areal sawah. Terobosan itu melahirkan satu jenis varietas cabai baru yang memiliki karakteritik berbeda dari keempat induknya.

Sundari belum mampu mengidentifikasi varietas baru itu hasil dari persilangan cabai yang mana. Cabai varietas baru ini memiliki sejumlah keunggulan bila dibandingkan dengan empat jenis cabai lokal yang ada.

Keunggulan cabai varietas baru itu antara lain masa berbuah lebih cepat, batang pohon tidak tinggi, lebih tahan terhadap hama, dan rasa cabai lebih pedas. Meski dipanen berkali-kali, bentuk dan kualitas buah cabai tetap sama (tidak mengecil).

Sebagai penghargaan atas inovasi yang dilakukan Sundari, cabai varietas unggul itu diberi nama Lombok Sundari (Cabai Sundari). Kini, varietas cabai Sundari berkembang pesat. Masyarakat Desa Lembor yang sebelumnya lebih menanam tanaman holtikultura, lalu mereka beralih menanam cabai Sundari.

Popularitas Cabai Sundari juga sudah terkenal hingga luar Kabupaten Lamongan. Angka pemesanan bibit Lombok Sundari dari luar kabupaten meningkat tajam. Setiap hari pemesanan benih lombok mencapai 10 Kg sampai 20 Kg. Tak heran, cabai Sundari menjadi produk unggulan masyarakat Desa Lembor.

Gerbang Tani mendukung dan mengapresiasi berbagai inovasi dan kreativitas di dunia pertanian di Indonesia. Inovasi dan kreativitas adalah modal dasar untuk mewujudkan Indonesia sebagai Lumbung Pangan Dunia.

Yossy Suparyo
%d bloggers like this: